Cerita SMA

0

DSC_0001858

DSC_0001782

DSC_0001780

DSC_0001777

DSC_0001774

DSC_0001773

DSC_0001771

Fany Tak Nyambhung

DSC_0002037

DSC_0002025

Iklan

Peranan Mikoriza

0
  1. I.                   PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang

Tanah merupakan tempat tumbuh bagi tanaman yang perlu dijaga. Karena di dalam tanah terdapat banyak jasad mikroorganisme yang sangat berguna bagi pertumbuhan tanaman. Salah satucontoh dari mikoorganisme tersebut adalah cendawan. Cendawan dibedakan menjadi tiga tipe, yaitu Endomikoriza, Ektomikoriza, dan Ekstendomikoriza. Cendawan ini dapat menghasilkkan material yang mampu mendorong agregasi tanah sehingga tanaman dapat meningkatkan proses aerasi, penyerapan air dan stabilitas tanah. Selain itu, cendawan mikoriza dapat berperan dalam mengendalikan penyakit pada tanaman. Hal ini disebabkan karena cendawan mampu memanfaatkan karbohdrat lebih banyak yang diperoleh dari akar sebelum dikeluarkan dalam bentuk eksudat akar, memacu perkembangan mikroba saprofiti di sekitar perakaran, dan menghasilkan antibiotik.

1.2.Tujuan

  1. Mengetahui proses infeksi mikoriza pada tanaman.
  2. Mengetahui peranan mikoriza bagi pertumbuhan tanaman.

 

1.3.Rumusan Masalah

  1. Bagaimana proses terjadinya infeksi mikoriza pada tanaman?
  2. Apa saja peranan mikoriza bagi pertumbuhan tanaman?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. II.                TINJAUAN PUSTAKA

            Nama mikoriza dikemukakan pertama kali pada tanggal 17 April 1885 oleh seorang ilmuwan Jerman, Frank. Mikoriza merupakan suatu bentuk simbiosis saling menguntungkan yang terjadi antara akar tanaman dengan jamur (Brundrett, 1996). Nuhamara (1993) mngataan bahwa mikoriza adalah suatu struktur yang mencerminkan adanya interaksi fungsional yang saling menguntungkan antara suatu tanaman tertentu dengan galur mikrobilion dalam ruang dan waktu. Pada umumnya, mikoriza dibedakan menjadi empat tipe, yaitu : endomikoriza (pada tanaman pertanian), ektomikoriza (pada tanaman kehutanan), dan ektendomikoriza (Harley and Smith, 1983). Sedangkan berdasarkan struktur dan cara menginfejsi akar, mikoriza dikelompokkan menjadi Ektomikoriza (merupakan jamur yang hanya berkembang diantara dinding sel jaringan korteks akar akan tetapi tidak masuk ke dalam sel akar tanaman, akar yang terinfeksi menjdi besar dan bercabang), Endomikoriza (merupakan jamur yang menginfeksi dengan cara masuk ke dalam jaringan korteks, akar yang terinfeksi tidak menjadi besar).

            Penelitin mengenai mikoriza sudah mulai banyak dilakukan oleh para ahli. bahkan usaha untuk memproduksi mikoriza tersebu sudah mulai banyak dilakukan. Hal tersebut disebabkan karena mikoriza memiliki oeranan yang cukup membantu dalam membantu meningkatkan kualitas tanaman. Yusnaini (1998) menyampaikan bahwa FMA (endomikoriza) dapat membantu meningkatkan tingkat produksi kedelai pada tanah ultisol di Lampung. Bahkan pada penelitian ang lebih lanjut dilaporkan bahwa penggunaan FMA tersebut mampu meningkatkan produksi jagung yang tengah mengalami kekeringan sesaat pada fase vegetatif dan generatif.

            Akan tetapi, masih terdapat beberapa kendala yang perlu ditangani dalam pemanfaatan mikoriza tersebut. Twn (2003) menyampaikan bahwa dalam bidang aplikasi kehutanan mikoriza masih belum mendapatkn perhatian utama, hanya sebatas kegiatan-kegiatan penelitian saja. Disamping itu,penggunaan mikoriza masih mendapatkan kesulitan karena penggunaannya dalam jumlah yang relatif besar dan lamanya waktu dalam proses produksinya.

 

 

 

  1. III.             PEMBAHASAN

3.1. Pengertian

Mikoriza merupakan salah satu bentuk asosiasi simbiosis mutualkisme antara akar tumbuhan dengan jenis jamur tertentu. Simbiosis jenis ini hampir terdapat pada semua jenis tanaman.

Tanaman yang memiliki nikoriza cenderung memiliki ketahanan terhadap kekeringan dibandingkan pada tanaman yang tidak terdapat mikoriza didalamnya. Rusaknya jaringan korteks dan matinya akar akibat kekeringan, tidak permanen pengaruhnya terhadap akar yang bermikoriza. Mikoriza akan cepat kembali normal ketika periode kekurangan air telah selesai. Hal tersebut disebabkan karena hifa jamur mikoriza dapat menyerap air  yang terdapat pada pori-pori tanah ketika akar tanaman sudah tidak mampu menyerap air lagi. Jumlah air yang diambil akan mengingkat akibat adanya penyerapan hifa yang sangat luas di dalam tanah.

 

3.2.  Proses Infeksi Mikoriza

            Proses infeksi mikoriza pada akar tanaman melalui beberapa tahap, yaitu :

  1. Pra infeksi. Spora dari mikoriza berkecambah membentuk appressoria.
  2. Infeksi. Dengan appressoria mikoriza melakukan penetrasi pada akar tanaman.
  3. Pasca infeksi. Setelah melakukan penetrasi, hifa akan tumbuh secara intraseluler, arbuskula terbentuk di dalam sel pada saat setelah penetrasi. Arbuskula memiliki percabangan yang lebih kuat dari hifa setelah penetrasi pada dinding sel. Arbuskula, hanya dapat hidup 4 – 5 hari, kemudian mengalami pemendekan dan degenerasi pada sel inang. Beberrapa cendawan mikoriza membentuk vesikel pada bagian intraseluler dimana vesikel merupakan pembengkakan pada bagian apikal atau interkalar dan hifa pada saat pembentukan arbuskula.
  4. Perluasan infeksi cendawan mikoriza terdapat tiga fase, yaitu fase awal dimana saat infeksi primer, fase exponential dimana pertumbuhan dan penyebarannya lebih cepat, dan fase dimana setelah pertumbuhan mikoriza dan akar sama.
  5. Setelah terjadi fase awal dan infeksi primerr, hifa tumbuh keluar dari akar dan di dalam rhizofer tanah.

 

3.3.  Jenis – Jenis Mikoriza

            Berdasarkan cara infeksi terhadap inang dan struktur tubuhnya, mikoriza dibedakan menjadi dua tipe, yaitu endomikoriza dan ektomikoriza (Rao, 1994). Akan tetapi ada juga yang membedakan dalam tiga kelompok, yaitu kelompok ketiga  merupakan peralihan dari dua bentuk kelompok tersebut yang kemudian disebut ektendomikoriza. Pada endomikoriza, jaringan hifa cendawan masuk kedalam sel korteks dan kemudian membentuk struktur berbentuk oval yang disebut vesikel dan percabangan hifa yang disebut arbuskular, sehingga endomikoriza disebut juga dengan istilah vesicular-arbuscular micorrihizae (FMA). Sedangkan ektomikoriza, jaringan hifa cendawan berkembang diantara sel korteks akar karena jaringan tersebut tidak sampai masuk ke dalam sel, dan membentuk “hartig net” dan mantel di permukaan akar.

 

3.4.  Peranan Mikoriza bagi Tanaman

            Peranan mikoriza bagi tanaman diantaranya :

  1. Meningkatkan pertumbuhan tanaman. Menurut seorang peneliti mengatakan bahwa apabila tanaman tahunan tertentu diberikan mikoriza, maka tanaman tersebut adapat tumbuh 6-15 kali lebih besar ketika berumur 2 tahun.
  2. Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit akar ataupun tanah serta seranagn nematode akar. Hal ini disebabkan karena mikoriza dapat menghasilkan minyak atsiri yang bersifat racun. Selain itu, mikoriza jugga dapat mengambil persediaan makanan bagi jamur penyakit tersebut.
  3. Meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur-unsur hara penting yang terdapat dalam tanah, seperti unsur N, P, K, Ca, Cu, Mn,  dan Mg. Hal ini disebabkan karena akar tanaman dibantu oleh miselium jamur mikoriza eksternal dengan memperrluas permukaan penyerapan akar. Kerjasama  simbiosis mutualisme yang terjadi antara tanaman dan mikoriza dilakukan oleh tanaman dengan memberikan sisa karbohidrat dan gula yang tidak terpakai kepada mikoriza yang kemudian ditukar oleh unsur-unsur tersebut.
  4. Menghasikan ZPT (Zat Perangsang Tubuh) pada akar yang menyebabkan tanaman dapat tumbuh subur dan tidak mudah stress ketika mendapat perlakuan lingkungan yang berbeda.
  5. Meningkatkan aerasi dalam tanah. Hal tersebut berhubungan dengan kemampuan mikoriza dalam memperbaiki agregat tanah.
  6. Memacu perkembangan mikroba saprofit non patogenik disekitar perakaran sehingga tanaman dapat tumbuh dengan sehat dan subur.

 

 

  1. IV.             PENUTUP

   Mikoriza merupakan salah satu bentuk asosiasi simbiosis mutualkisme antara akar tumbuhan dengan jenis jamur tertentu. Simbiosis jenis ini hampir terdapat pada semua jenis tanaman.

            Tanaman yang memiliki nikoriza cenderung memiliki ketahanan terhadap kekeringan dibandingkan pada tanaman yang tidak terdapat mikoriza didalamnya. Rusaknya jaringan korteks dan matinya akar akibat kekeringan, tidak permanen pengaruhnya terhadap akar yang bermikoriza. Mikoriza akan cepat kembali normal ketika periode kekurangan air telah selesai.

            Mikoriza dikelompokkan dalam dua tipe yaitu endomikoriza dan ektomikoriza. Ektomikoriza (merupakan jamur yang hanya berkembang diantara dinding sel jaringan korteks akar akan tetapi tidak masuk ke dalam sel akar tanaman, akar yang terinfeksi menjdi besar dan bercabang), Endomikoriza (merupakan jamur yang menginfeksi dengan cara masuk ke dalam jaringan korteks, akar yang terinfeksi tidak menjadi besar).

Proses infeksi mikoriza melalui tahapan :

  1. Pra infeksi.
  2. Infeksi.
  3. Pasca infeksi.
  4. Perluasan infeksi cendawan mikoriza
  5. Hifa tumbuh keluar dari akar dan di dalam rhizofer tanah.

Mikoriza memiliki banyak peranan bagi tanaman, yaitu :

  1. Meningkatkan pertumbuhan tanaman.
  2. Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit akar ataupun tanah serta serangan nematode akar.
  3. Meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur-unsur hara penting yang terdapat dalam tanah.
  4. Menghasikan ZPT (Zat Perangsang Tubuh) pada akar
  5. Meningkatkan aerasi dalam tanah.
  6. Memacu perkembangan mikroba saprofit non patogenik disekitar perakaran.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Maspary. (2012). Mikoriza Mikroorganisme Sahabat Tanaman. Gerbang Pertanian. Diakses 12 November 2012 dari : http://www.gerbangpertanian.com/2012/02/mikoriza-mikroorganisme-sahabat-tanaman.html

Talanca, A Haris dan Adnan, A. M. (2005). Mikoriza dan Manfaatnya pada Tanaman. Balai Penelitian Tanaman Serealia. Diambil 12 November 2012 dari : Error! Hyperlink reference not valid.

Dewi A., Intan Ratna. (2007). Peran, Prospek dan Kendala dalam Pemanfaatan Endomikoriza. Universitas Padjadjaran. Diambil 12 November 2012 dari : http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/06/makalah_peran_endomikoriza.pdf

 

Varietas Padi Unggul ‘IR 64’

0

 

 Benih IR 64

 

Nomor seleksi

:

IR18348-36-3-3
Asal persilangan

:

IR5657/IR2061
Golongan

:

Cere
Umur tanaman

:

110 – 120 hari
Bentuk tanaman

:

Tegak
Tinggi tanaman

:

115 – 126 cm
Anakan produktif

:

20 – 35 batang
Warna kaki

:

Hijau
Warna batang

:

Hijau
Warna telinga daun

:

Tidak berwarna
Warna lidah daun

:

Tidak berwarna
Warna daun

:

Hijau
Muka daun

:

Kasar
Posisi daun

:

Tegak
Daun bendera

:

Tegak
Bentuk gabah

:

Ramping, panjang
Warna gabah

:

Kuning bersih
Kerontokan

:

Tahan
Kerebahan

:

Tahan
Tekstur nasi

:

Pulen
Kadar amilosa

:

23%
Indeks Glikemik

:

70
Bobot 1000 butir

:

24,1 g
Rata-rata hasil

:

5,0 t/ha
Potensi hasil

:

6,0 t/ha
Ketahanan terhadap Hama dan Penyakit

:

  • · Tahan wereng coklat biotipe 1, 2 dan agak tahan wereng coklat biotipe 3
  • · Agak tahan hawar daun bakteri strain IV
  • · Tahan virus kerdil rumput
Anjuran tanam

:

Baik ditanam di lahan sawah irigasi dataran rendah sampai sedang
Pemulia

:

Introduksi dari IRRI
Dilepas tahun

:

1986

 

 

 

 

 

tanpa judul

0

ini bukan hanya tentang aku

tentang kau

tentang dia

atau bahkan tentang kalian

ini tentang kita

tentang mimpi kita

tentang kebersamaan kita

tentang semua yang sudah kita raih

tentang semua yang telah kita korbankan

tentang semua kehilangan yang pernah kita rasakan

dan…

tentang semua rasa yang sudah, telah, dan pernah kita rasakan bersama

jangan lagi berpikir bahwa hanya ada kau sendiri di dunia ini

jangan lagi berpikir bahwa hanya kau saja yang merasakan pahit nya dunia

dan jangan pernah berpikir untuk menyelesaikan masalahmu sendiri

karena tepat di sampingmu

tepat di belakangmu

ada aku

ada kami

yang akan menemani setiap momen dalam hidupmu

yang akan selalu membantumu

yang akan menjadi punggung disaat kau menangis

dan yang akan membuatmu menjadi dirimu sendiri

1 april 2012 14.05

Kunci Surga dan Neraka

0

Dua anak muda sedang sengit membicarakan surga dan neraka. Mereka berdebat tentang kunci keduanya.
“Kunci surga itu adalah amal kebaikan.”
“Ya, aku tahu itu. Kunci ke neraka adalah perbuatan buruk tentunya.”
“Nah, kebaikan macam apa yang akan menjadi kunci masuk surga?” tanya anak muda yang kedua.
“Tentu saja kebaikan…..” pemuda pertama tak bisa melanjutkan kata-katanya.
Anak muda kedua menyeringai. Tetapi reaksi yang sama juga dimunculkan ketika anak muda pertama menanyakan kal serupa; keburukan macam apa yang menyebabkan seseorang masuk ke neraaka?
Mereka akhirnya sepakat bahwa kunci surga dan neraka adalah kehidupan, usia yang panjang. Jika saja usia panjang itu diisi dengan melakukan kebaikan, dia telah mendapatkan kunci surga. Tapi jika sepanjang usia adalah keburukan yang diperbuat maka kunci neraka sidah di tangan.
Mereka sepakat dengan hal itu. Sampai kemudian datanglah seorang kakek kepada mereka dan membantah pendapat mereka. Terang saja mereka tak setuju. Lantas menanyakan kuncinya kepada si kakek tadi.
“Kunci ke surga dan neraka adalah kematian.” kata si kakek.
Kedua anak muda saling pandang. Ketika mereka hendak menoleh kepada si kakek, tempat itu sudah sunyi.

by : Fatih Beeman dalam Beginilah Seharusnya Cinta